Kutipan Ghazwul Fikri/Perang Pemikiran

Kutipan ghazwul fikri/perang pemikiran. Temen-temen baik kesempatan kali ini kan menjelaskan sedit tentang Ghazwul fikri yang dikutif dari buku modul pelajaran agama di BEC, beikut adalah penjelasannya :

Pengertian Ghazwul Fikri

Secara Bahasa :

Ghazwul Fikri diambil dari dua kata yaitu dari kata ghazwah dan fikr. ghazwah artinya serangan dan fikr adalah pemikiran.

secara Istilah :

Ghazwul Fikri adalah penyerangan dengan berbagai macam dan cara terhadap pemikiran umat islam guna untuk merubah atau mencuci apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi megeluarkannya darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur dan terkontaminasi dengan hal -hal yang jauh dari kata islami.

sasaran ghazwul fikri, adalah sebagai berikut :

  • Berusaha menggiring orang yang dangkal pemahamannya terhadap keislamannya dan merubahnya menuju kekafiran serta menjauhkan umat islam dari agamanya.
  • Agar umat islam terpengaruh dan mengikuti agama kafir
  • Memadamkan agama Allah

Metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Membatasi penyebaran islam

  • Tasykik (pengragu-raguan
  • Tasywih (pencemaran dan pelecehan)
  • Tadhlil (penyesatan)
  • Taghrib (kafirinisasi)

2.Menyerang islam dari dalam

  • penyebaran paham sekurelisme, yakni berusaha memisahkan antara agam dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  • Penyebaran paham nasionalisme sempit, yakni nasionalisme yang membunuh ruh ukhuwah islamiyah yang merupakan azas keukuatan islam
  • Perusakan akhlaq umat islam terutamam para pemudanya. Karena merak tau dan paham faktor kyang akan menjadi penerus bangsanya adalah anak-anak muda.
  • Penuysupan paham-paham sekte animisme dan dinamisme dalam tubuh pemahaman islam.
  • pemutarbalikan fakta dan pemahaman islam yang hanif.

Sarana yang mereka gunakan untuk menghancurkan islam adalah sebagai berikut :

  • Media sosial ; cetak dan elektronik

Hasil atau dampak dari ghazwul fikri ini adalah sebagai berikut :

  • Umat islam menyimpang dari Al-qur’an dan As-sunah
  • Minder dan rendah diri
  • Ikut-ikutan
  • terpecah belah

Maka dari itu khusunya kita sebagai para pemuda sebagai generasi penerus bangsa ini kita mesti waspada dan berhati-hati dengan invasi atau serangan ini supaya kita bisa terjaga dan bisa teralahir terus sebagai genersi cemerlang, generasi emas, sebagai penerus bangsa menuju keadilan dan sejahtera meurut aturan islam.

Mudah-mudahan kita juga bisa mengahadapi semaua cobaan ini dari semogo iman kita tetap di istiqomah dalam ketaatan terhadap Allah swt.

    1. Avatar
      Tetehsri Agustus 18, 2019
    2. Avatar
      Ratih Sasfira Agustus 25, 2019

    Add Your Comment