Adab dan Tatacara Berdo’a Sesuai Sunnah

Bismillahirrohmanirrohim

Adab dan tatacara berdo’a sesuai sunnah. Setiap orang pasti memiliki keinginan dan harapan. Bagi seorang muslim ketika keinginannya ingin dicapai maka salah satu langkah yang diambilnya yaitu memanjatkan doa’anya kedap Dzat sang pengabul do’a yaitu Allah swt. walaupun terkadang Allah itu tidak langsung mengabulkan do’anya ketika itu juga, terakadang Allah menunggu moment yang tepat apakah dia sudah pantes untuk menerimanya saat ini, begitulah kira-kira, namun disamping itu pula Allah tidak mengabulaknnya karena Allah punya rencana lain buat kita dan Allah kabulkan do’a kita kelak diakhirat nanti, Intinya tidak akan ada yang sia-sia jika semua diserahkan kepada Allah..baiklah kita simak berikut ini adalah penjelasan mengenai tatacara dan adab ketika kita hendak berdo’a. Dan supaya do’a kita bisa dikabul oleh Allah.

Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunnah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi…” (H.r. Bukhari)

Memantapkan hati dalam berdoa dan berkeyakinan untuk dikabulkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mengetahui Waktu Yang Mustajab Dalam Berdo’a

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)

Dan Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dari Jabir radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim)

Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul Husna

 mengulang-ulang doa
Ibn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (H.r. Muslim)

 khusyu, merendahkan hati, dan penuh harap.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Q.s. Al-Anbiya’: 90)

Semoga kita semua bisa mengamalkannya…