Syarat Wajib, Sah dan Rukun Sholat

Bismillahirrohmanirrohim

Syarat wajib, sah dan rukun sholat. Sholat merupakan salah satu pembeda antara orang islam dengan agama lainnya, sholat juga merupakan tiangnya agama. Apa maksudnya? maksudnya yaitu sholat merupakan pondasi utama. jika diibaratkan sebuah rumah makan posisinya paling bawah dan yang paling pertama kali di dibuat, dan biasanya digunakan sebagai penahan supaya rumah tersebut kokoh dan tidak teraganggu oleh hal-hal yang bisa merusak bangunan tersebut.

kali ini kita akan membahas perkara sholat terlebih masalah yang berkaitan dengan dasar-dasar dalam sholat.

Rosulullah saw.bersabda “sholatlah kalian sebagaimana engakau melihat aku sholat”

Sebelum kepenjelasan lebih mendalam alangkah baiknya kita pahami terlebih dahulu dari yang terkecil sebagai berikut :

1.Syarat wajib Shalat

Adalah syarat yang wajib di penuhi dan tidak bisa di tawar lagi. Seperti

  • Islam,
  • berakal
  • baligh.
  • suci.

2.Syarat sah shalat

  • Beragama Islam.
  • Baligh dan Berakal.
  • Suci dari dua hadas (hadas kecil dan hadas besar).
  • Menutup aurat (Aurat laki-laki yaitu (antara pusar sampai lutut), sedangkan aurat perempuan adalah (semua anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan).
  • Telah masuk waktu yang ditentukan untuk masing-masing shalat.
  • Menghadap kiblat.
  • Mengetahui yang mana yang rukun dan yang mana yang sunnah.
  • Menjauhi hal-hal yang membatalkan Shalat.

3. Rukun-rukun Shalat Rukun Shalat

Adalah suatu perkara yang harus di penuhi ketika Shalat sedang di kerjakan. Rukun shalat juga merupakan hal-hal yang jika sebagian darinya ditinggalkan maupun lupa maka, shalatnya tidak sah atau rakaat yang didalamnya ada rukun yang ditinggalkan menjadi batal, sehingga rakaat setelahnya menggantikannya seperti:

  • Niat.
  • Membaca takbirotul ikhram.
  • Berdiri bagi yang mampu dalam Shalat fardhu( boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit).
  • Membaca Al-fatihah pada tiap-tiap rakaat. Sebagaimana sabda nabi yaitu: “Tidak sah shalat seseorang jika tidak membaca Al-Fatihah”[5]
  • Rukuk dengan Tumakninah.
  • I’tidal dengan tumakninah.
  • Sujud dua kali dengan Tumakninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan Tumakninah.
  • Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah.
  • Membaca tahyat (tasyahud akhir).
  • Membaca Shalawat nabi pada tasyahud akhir.
  • Mengucapkan salam.
  • Tertib dalam melaksanakan rukun-rukun tersebut.

Mudah-mudahan ini ada guan dan manfaatnya …