Adab Bertamu Sesuai Kaidah Islam

 

Adab bertamu sesuai kaidah islam. Dalam islam banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menyambung tali silahturahmi dan mempererat jjalinan persaudaraan. Salah satunya adalah saling mengunjungi rumah satu sama lain atau bertamu. Dengan bertamu, seseorang semakin mengenal tetangganya atau saudaranya beserta keluarganya, lebih mengetahui keadaan mereka, dan seakan-akan memberi perhatian yang lebih kepada mereka. Dan dengan cara bersilaturahmi satu sama lain  yaitu dengan cara bertamu tadi itu merupakan salah satu pintu keberkahan rizki kita, memperlebar jalan rizki kita. Namun berkenaan dengan itu dalam islam ada beberpa ketentuan atau adab yang perlu kita ketahui ketika kita hendak berkunjung kerumah saudara kita. Begitulah indahnya islam semuanya tertata dengan baik semua ada adab dan etikanya. OLeh karena mari kita simak beberapa adab yang perlukita kita ketahui ketika kita hendak bertamu ketmepat saudara kita, berikut penjelasannya :

Adab-adab dalam bertamu dalam islam :

. Memenuhi undangan sesuai waktu yang ditentukan

Hal ini sangat dianjurkan. Kecuali ada suatu udzur yang sangat penting sehingga menyebabkan kita tidak dapat datang pada waktunya, atau bahkan jika kita datang itu akan membahayakan kita.

. Jangan membeda-bedakan siapa yang mengundang kita

Kita sangat tidak dianjurkan untuk membedakan siapa yang akan datang mengunjungi rumah kita. Apalagi jika kita membedakan antara orang yang kaya dan orang yang miskin.

. Berniatlah untuk hadir dalam rangka menghormati sesama muslim

Ketika sudah sampai di rumah seseorang yang mengundang kita, masuklah setelah diizinkan oleh tuan rumah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan kepada kita untuk meminta izin (atau mengucapkan salam) dalam bertamu sebanyak tiga kali. Semisal pintu telah dibuka ketika salam ketiga, kita harus tetap menunggu zizin pemilik rumah untuk masuk. Hal tersebut dijelaskan dalam hadist berikut ini :

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)

. Jika tiga kali salam kita tidak mendapatkan jawaban, sebaiknya kita pulang kembali

Hal ini sesuai dengan Sunnah Rasululah SAW yang hanya mengucapkan tiga kali salam saat bertamu. Begitupun juga jika pemilik rumah meminta kita untuk pulang atau menunda kunjungan kita, karena hal tersebut merupakan hak pemilik rumah.

Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. An-Nuur [24]: 28)

Bisa saja pada hari ketika kita datang, sang pemilik rumah sudah memiliki agenda lainnya. Maka dari itu lebih baik lagi jika sebelumnya kita mengabarkan kedatangan kita kepada pemilik rumah yang akan kita datangi.

. Jangan mengetuk pintu rumah secara berlebihan atau mengagetkan

“Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu)

. Jangan mengintip ke dalam rumah meskipun kita ingin memeriksa apakah ada orang di dalam rumah atau tidak

Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.”(HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)

. Jika ketika kita mengucapkan salam kemudian pemilik rumah bertanya, “siapa?” maka jawablah dengan nama jelas kita

Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut :

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

. Lebih baik jika kita membawa buah tangan untuk pemilik rumah yang kita kunjungi

Memberi hadiah dapat membuat satu sama lain saling mencintai saudaranya. Seperti yang dijelaskan dalam hadist dibawah ini :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

. Mendoakan sang pemilik rumah yang memberi kita hidangan setelah kita mencicipi makanan tersebut

Beberapa doa yang tertulis dalam hadist adalah sebagai berikut :

  • “Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.” (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)
  • “Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)
  • “Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)

. Meminta izin pulang dan pamit kepada seluruh pemilik rumah yang mengundang kita

Hal ini dilakukan dengan sikap yang santun dan sopan. Jangan lupakan kata terimakasih serta mohon maaf karena telah ‘merepotkan’mereka.

Mudah-mudahan dengan penjelasan ini kilta semua bisa menerapkannya ketika kita hendak bertamu ketempat tempat saudara kita, teman, guru dan lain sebagainya.. semoga bermanfaat…..