Tatacara dan Kaidah Mengakafani Mayit

Tatacara dan kaidah mengakafani mayit. Sebelum kepembahasan lebih dalam mari kita kenali dan pahami terlebih dahulu apa hukum dasar mengkafani jenazah, yaitu sebagai berikut :

Hukum mengkafani jenazah

Mengkafani mayit hukumnya sebagaimana memandikannya, yaitu fardhu kifayah. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu tentang orang yang meninggal karena jatuh dari untanya, di dalam hadits tersebut Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain” (HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206).

Kadar wajib dari mengkafani jenazah adalah sekedar menutup seluruh tubuhnya dengan bagus. Adapun yang selainnya hukumnya sunnah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Apabila salah seorang diantara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaklah memperbagus kafannya” (HR. Muslim no. 943).

Kecuali orang yang meninggal dalam keadaan ihram, maka tidak ditutup kepalanya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah” (HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206).

Ada beberapa perpedaan antara mengkafani mayat laki-laki dan wanita yaitu dalam menggunakan kain kafan yaitu :

  • laki-laki 3 lapis kain kafan
  • wanita 5 lapis kain kafan

Tatacara Mengkafani Jenazah

Dalam matan Akhsharil Mukhtasharat disebutkan Tatacara mengkafani Jenazah:

“Disunnahkan mengkafani mayit laki-laki dengan tiga lapis kain putih dengan memberikan bukhur (wewangian dari asap) pada kain tersebut. Dan diberikan pewangi di antara lapisan. Kemudian diberikan pewangi pada mayit, di bagian bawah punggung, di antara dua pinggul, dan yang lainnya pada bagian sisi-sisi wajah dan anggota sujudnya. Kemudian kain ditutup dari sisi sebelah kiri ke sisi kanan. Kemudian kain dari sisi kanan ditutup ke sisi kiri. Demikian selanjutnya pada lapisan kedua dan ketiga. Kelebihan kain dijadikan di bagian atas kepalanya”.

Bisa kita simpulkan bahwa tatacara mengkafani jenazah adalah sebagai berikut:

  1. Bentangkan tali-tali pengikat kafan secukupnya. Tidak ada jumlah tali yang ditentukan syariat, perkaranya longgar.
  2. Bentangkan kain kafan lapis pertama di atas tali-tali tersebut.
  3. Beri bukhur pada kain lapis pertama, atau jika tidak ada bukhur maka dengan minyak wangi atau semisalnya.
  4. Bentangkan kain kafan lapis kedua di atas lapis pertama
  5. Beri bukhur atau minyak wangi pada kain lapis kedua
  6. Bentangkan kain kafan lapis ketiga di atas lapis kedua
  7. Beri bukhur atau minyak wangi pada kain lapis ketiga
  8. Letakkan mayit di tengah kain
  9. Tutup dengan kain lapis ketiga dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri
  10. Tutup dengan kain lapis kedua dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri
  11. Tutup dengan kain lapis pertama dari sisi kiri ke kanan, kemudian kain dari sisi kanan ke kiri
  12. Ikat dengan tali yang ada

semoga bermanfaat…

Referensi : muslim.or.id